ATASI BIAYA TINGGI

Standar

Pertumbuhan Ekonomi Bisa Lebih dari 7 Persen

YOGYAKARTA, KOMPAS – Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejatinya bisa melejit di atas 7 % selama beberapa tahun belakangan jika pungutan liar nihil. Namun faktanya, persoalan struktur fundamental tersebut terus menggurita hingga kini, menghambat laju pertumbuhan.

 

Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta, Mudrajad Kuncoro, sebagai penanggap pada Kuliah Umum Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Universitas Negeri Yogyakarta DIY, sabtu (18/5).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga tahun belakangan terus di atas 6 persen tetapi tidak pernah mencapai 7 persen. Padahal dari sisi momentum, Indonesia semestinya bisa melejit sampai atau bahkan di atas 7 persen.

Penyebabnya, kata Mudrajad, adalah tingginya biaya logistik nasional, yakni 27 persen dari produk domestik bruto (PDB). Kombinasi sejumlah permasalahan menjadi penyebabnya.

Rendahnya tingkat penyediaan infrastruktur baik kuantitas maupun kualitas, lamanya waktu pelayanan ekpor-impor dan adanya hambatan operasional pelayanan di pelabuhan, serta terbatasnya kapasitas dan jaringan pelayanan penyedia jasa logistik nasional, adalah beberapa diantaranya.

Faktor yang tak kalah penting adalah maraknya pungutan liar (pungli). “saya yakin, Indonesia sudah tumbuh lebih dari 7 persen apabila pungli dihapuskan dari negeri ini, “ kata Mudrajad.

Biaya logistik di Indonesia mencapai 14,08 persen dari total nilai penjualan rata-rata. Di Jepang hanya 4,88 persen. Di Makassar dan Medan, biaya logistik mencapai 11,7 persen dan 15,61 persen. Di Surabaya dan Jabodetabek mencapai 13,67 persen dan 15,32 persen.

Lokasi pungli paling marak, sebagaimana dipaparkan Mudrajad, adalah di jalan raya dan pelabuhan. Lokasi lainnya adalah di pabrik, gudang, dan bandar udara. Pelakunya antara lain polisi, pemerintah daerah, bea dan cukai, serta preman.

Hatta Rajassa menyatakan, Indonesia akan semakin terintegrasi ke pasar global. Esensinya adalah persaingan akan semakin ketat. Oleh sebab itu, daya saing menjadi kunci. Hatta mengakui, tingginya biaya logistik Indonesia menjadi persoalan daya saing nasional.(LAS/EGI)

 

FAKTOR YANG MENGHAMBAT PERTUMBUHAN EKONOMI ADALAH TINGGINYA BIAYA LOGISTIK NASIONAL, YANG ANTARA LAIN AKIBAT :
1. Buruknya infrasturktur
2. Lamanya waktu pelayanan ekspor-impor
3. Buruknya pelayanan di pelabuhan
4. Terbatasnya kapasitas dan jaringan pemyedia jasa logistik
5. Maraknya pungutan liar

Sumber : Litbang “Kompas”/GI, diolah dari BPS dan pemberitaan “Kompas”                                                    NOVAN

 

SUMBER :

Koran KOMPAS. 20 Mei 2013

 

images (17)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s