Perekonomian Indonesia Urutan Ketiga Kawasan Asia Pasifik

Standar

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini menempati urutan ketiga di kawasan Asia Pasifik setelah China dan India.

Menurut Deputi Komisionet Otoritas Jasa Keuangan Drs Anis Baridwan MBA, penguatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lepas dari besarnya aset industri perbankan yang mendominasi seluruh total aset industri keuangan.

Bahkan dari total aset industri keuangan, sebanyak 82,1 % atau Rp 3.653 triliun merupakan aset industri perbankan. Sedangkan aset industri sekuritas mencapai Rp 51 triliun, industri multifinance Rp 293 triliun, aset industri asuransi Rp 444 triliun.

Meskipun perkembangannya sangat baik dan memiliki daya tahan terhadap krisis global, namun menurutnya, sektor keuangan sangat riskan terhadap pengaruh gejolak industri jasa keuangan seperti peningkatan kompleksitas produk keuangan dan kepemilikan konglomerasi lintas sektor.

”OJK sengaja dibentuk untuk menata kembali fungsi pengaturan dan pengawasan jasa keuangan dalam hal tata kelola, manajemen risiko, pengawasan dan pengendalian kualitas,” katanya saat menjadi pembicara dalam seminar Gadjah Mada Accounting Days 2013 ”Improving Economy Through Sustainable Development and Responsible Governance”, di auditoium MM UGM.

Komisioner OJK yang membidani bidang audit internal, manajemen risiko dan pengendalian kualitas itu menambahkan, sistem pengaturan dan pengawasan sektor keuangan selama ini masih dijalankan terpisah dan belum terintegrasi sehingga OJK ditugaskan melakukan pengawasan sektor keuangan secara terpadu, independen dan akuntabel.

”Integrasi sektor jasa kuangan menjadi tantangan bagi OJK untuk melakukan pengaturan dan pengawasan,” imbuhnya.

Dalam acara diskusi seminar yang dipandu praktisi dan dosen ilmu komunikasi UI Dr Effendi Ghazali itu menghadirkan Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Dr Khomsiyah MM AK CA, dosen FE Universitas Trisakti itu mengatakan tata kelola perusahaan yang baik sangat diperlukan dalam mengantisipasi perkembangan pasar modal, korporasi dan kompetisi lingkungan bisnis.

Pasalnya prinsip Good Corporate Governance menjadikan perusahaan mampu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness. Dalam roadmap penerapan GCG, katanya, dibutuhkan ketentuan dan kesepakatan tata kelola oleh masing-masing perusahaan yang menekankan pada etika dan tanggungjawab sebagai anggota masyarakat.

”Operasi bisnis yang baik itu harus bisa menjadi anggota masyarakat yang beretika dan bertanggungjawab,” tambahnya.

( Bambang Unjianto / CN19 / JBSM )

 

Sumber :

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/05/10/156326/Perekonomian-Indonesia-Urutan-Ketiga-Kawasan-Asia-Pasifik

 

unduhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s